"BATU" ITU TAK DAPAT MENGHALANGI MIMPIKU
cuma rinai hujan yang menemaniku setiap hari. tiada jemu. tiada bosan. entah sampai kapan hujan itu mau menemani. tapi aku harap hujan tak akan pernah bosan menemani dan mendengarkan setiap keluh kesah kisah hidupku yang sederhana. sungguh aku hanya punya sebuah impian sederhana tentang hidup. aku hanya ingin melihat orang tuaku senyum dan bangga saat aku bisa memperbaiki rumah reyot ini dengan keringatku sendiri. dengan kerja kerasku sendiri. aku tahu orang tua ku tak pernah mengharapkan apalagi membayangkan kalau anak sulungnya bisa membawa selembar kertas bertuliskan namaku disana sebagai lulusan sarjana kimia dari perguruan tinggi negeri seberang kota. tidak, mereka bahkan pesimis aku bisa masuk. tapi dengan kerja keras,usaha, dan doa-doa orang tuakulah aku akhirnya bisa membuktikan bahwa aku pun berhak atas janji masa depan yang lebih cerah itu. Aku akhirnya menjadi seorang mahasiswa bukan lagi siswa SMA lagi. Tapi seorang siswa yang menyandang "maha" di depannya. Sun...