Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

POHON SANG PRESIDEN #CERPEN

            Pagi itu saat matahari belum menampakkan dirinya, puluhan orang bertopi kerucut khas petani berkumpul memenuhi jalan raya. Jalan yang biasanya menghubungkan provinsi Jawa Tengah dengan provinsi Yogyakarta. Lebih tepatnya jalan utama menuju kota kelahiranku, Banyumas. Dan saat ini aku baru setengah perjalanan menuju kotaku. Kota Kebumen, disinilah aku terjebak sekarang. Jalanan ini biasanya padat merayap oleh kendaraan saat Hari Raya Idul Fitri maupun saat mendekati Natal dan Tahun Baru. Karena hampir sebagian orang yang merantau di Yogyakarta pulang ke kampung halamannya masing – masing. Tapi, saat ini bukan Hari Raya Idul Fitri, bukan juga menjelang Natal dan Tahun Baru. Namun, hari Raya Idul Adha yang tinggal menghitung hari. Teman – teman kuliahku yang berasal dari kota – kota di Jawa Tengah pun tak semuanya pulang, jadi seharusnya jalanan tak sepadat ini. Entah apa yang menyebabkan puluhan orang itu berkumpul di sepanjang jalan. Apakah ...

CERITA GOMBAL YANG SERIUS #CERPEN

Secangkir kopi hangat tersaji di atas meja. Baunya yang khas langsung menyeruak di sela-sela ruang tamu. Kepulan asap dari cangkir kopi terlihat samar, namun sudah membuat hidung ini menikmati aroma yang paling kusuka. Kopi hitam.             “Masih suka dengan kopi hitam?” Suara yang sangat kurindukan, akhirnya datang juga.             “Lumayan, sejak kapan kamu disana?”             “Ya, beberapa menit sebelum kamu tenggelam menikmati kopimu.” katanya dengan senyum   yang membuat matanya hanya terlihat segaris. Sungguh Lucu.             “Sudah makan belum? Ini kubelikan bakso di ujung gang.”             “Waaahhh, terima kasih, kebetulan aku memang belum makan, tunggu sebentar aku ambilkan m...

JANGGAL #CERPEN

Jakarta, 14 November 2015 pukul 23.00 WIB              Di salah satu gudang tak terpakai di sudut kampus, terlihat ada cahaya remang-remang menandakan masih ada kehidupan di dalamnya.              “Bang, maksudnya gimana?”              “Sudah  lu  ngomong saja, Qi,  lu  pasti tahu kan dimana itu disembunyikan.”              “Apanya, Bang?  Gue   enggak  tahu apa-apa, itu urusannya  bokap. ”              “Jangan bohong deh,  gue  tahu  lu  anak kesayangannya,  lu  pasti tahu di mana semua itu disembunyikan.”              “Sumpah, Bang,  gue ...