Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

ISI HATI SANG PENYIMAK

kisah ini dimulai saat aku mulai mempertanyakan hubunganku dengannya. Yang katanya bakal jadi calon pendamping hidupku nantinya, hemm tapi entahlah. Semua keyakinanku entah kenapa sedang goyang. Mungkin karena lingkungan yang mempengaruhi alias teman-temanku kalii yaaa.... saat aku bingung seperti ini entah kenapa aku selalu kangen sama ibuku yang udah pergi duluan menghadap Allah, aku pengen menceritakan segala keluh kesahku, kebimbangan, kebingungan, dan kegalaluanku kepada ibuku. Aku ingin tahu apa pendapat ibuku setelah mendengar ceritaku. Apakah ibuku akan memberikan saran seperti yang teman-temanku sarankan, yaitu memutuskan hubunganku dengannya. Ada satu kejanggalan di hatiku saat aku memikirkan aku akan berpisah darinya. Mungkin aku akan sangat kesepian saat tak ada lagi perhatiannya, kata-kata mesra darinya, penyemangat ataupun kejutan-kejutan yang alay darinya. Yaa walaupun alay, aku tetap menyukainya. Awalnya mungkin aku agak tak menyukai cara-cara alay-nya mengungkapkan ...

HAPPY CHILDREN DAY :D

tanggal 23 Juli 2013 adalah Hari Anak Nasional, hayoo siapa yang baru tahu kalau ternyata ada Hari Anak Nasional? Haha tenang aja bukan kalian aja yang baru tahu, tapi aku juga hehe Agak miris memang Hari Anak Nasional diperingati di Negara yang masih memiliki tingkat kekerasan dan penelantaran anak masih tinggi.  Tapi apa mau dikata itulah yang terjadi di negara yang (katanya) mau memelihara setiap anak jalanan, anak terlantar, dan orang miskin. Entah wakil rakyat yang mana yang berani-beraninya membuat peraturan itu tapi bukti nyatanya belum terlihat sampai sekarang. Ibarata orang nih, berani janji tapi enggak berani menepatinya. Ma'af deh bukannya aku mau menghina atau mencela tanah airku sendiri, tapi aku sebagai warga negara enggak seharusnya juga menutup mata tentang hal itu. Pernah kepikiran enggak sih, kalau masa kecil kita mungkin lebih baik daripada anak-anak Indonesia yang harus mencari nafkah sekaligus atau mungkin anak-anak yang putus sekolah dan ingin sekali sekola...

AKU HANYA PENGEN JADI ORANG YANG BANYAK TAHU (BUKAN PINTAR APALAGI SOK TAHU)

Banyak orang menganggap orang yang banyak tahu adalah orang yang pintar, oke aku setuju. Tapi jika dibalik, banyak orang yang pintar adalah orang yang banyak tahu, itu belum tentu. Karena menurutku orang yang banyak tahu memang mestinya mendapatkan apresiasi berupa nilai yang bagus sesuai dengan ilmu yang dia ketahui. Sedangkan orang pintar belum tentu tahu banyak hal, karena orang yang sering dianggap pintar biasanya memiliki nilai yang tinggi tapi darimana dia mendapatkan nilai yang tinggi itu mana kita tahu. Mungkin dia mendapatkan nilai itu dari mencontek, melihat pekerjaan teman, hafalan rumus dan teori yang plek jiplek di buku, atau memang dia telah belajar keras semalaman suntuk untuk menghafalkan (tanpa menngerti dan memahami apa makna sesungguhnya dari ilmu itu) pada saat malam menjelang ujian. Biasanya orang yang dianggap pintar melalui jalan-jalan di atas ilmunya tidak bisa bertahan lama. Ya paling hanya bertahan sebelum ujian berlangsung. Saat soal ujian dibagikan, dan ter...

ANTARA IMPIAN, CITA - CITA, DAN SEBUAH AMANAH

 baru tadi siang aku udah berdamai sama masa laluku. Sekarang malah masa depanku yang belum (juga) mau berdamai denganku. Mau mu apa sihh? Aku udah ngasih segenap jiwa dan ragaku untukmu tapi kenapa kamu susah banget nempel atau sekedar nangkring di otakku. Aku udah nempelin segala macem tulisan dari yang penyemangat, cita-cita, sampe yang melarang ini itu segala. Tapi semuanya sepertinya kurang mempan dengan hati, tekad, dan jiwaku. Semuanya masih tidak mau berdamai dengan masa depanku. Aku sebenarnya kasihan dengan otakku yang sudah berusaha keras mengerahkan semua kemampuan untuk bisa men"cantol"kan ilmu itu, dan menempelkan ilmu itu di otakku dengan lem paling lengket sedunia. Dan itu pun masih belum bisa, ilmu itu kembali terlepas dan terjatuh. Aku ingin memungutnya dan menempelkannya kembali, walau aku tahu akhirnya juga akan terlepas kembali. Tapi aku mau melakukannya lagi, lagi, dan lagi. Hingga ilmu itu bosan terjatuh terus, dan ilmu itu memilih untuk tetap menempel...

GOOD BYE :D

Gambar
entah kenapa gue hari ini seneng banget, padahal gue blum belajar kalkulus dkk. satu bab penuh aja gue blum paham, tapi masih aja nyempetin buat buka-buka beranda fesbuk (dan sedikit kepo'in orang yang lagi masang status disitu juga sii hehe). dan tiba-tiba entah darimana datangnya sebuah pikiran itu, tanpa ada perintah dari otak dan kedua tangan gue udah lincah ngetik sebuah nama yang udaaaaaaaaaahhh lamaaaaaaaa banget terkubur dalam-dalam baik dalam hati maupun dalam pikiran gue. Yaa awalnya gue takut gue bakal kayak dulu lagi, nangis (dan nyesel) kalo ngliat berandanya dia penuh wall-wallan sama yang dia panggil "mamam" (hah makan kalii). dulu gue nggak tahu pastinya kenapa gue bisa nangis dan nyesel sama orang kayak dia. Dan dulu juga gue udah setengah mati nyadarin diri gue sendiri kalo tipe manusia kayak dia emang nggak pantes buat elu Ell. Yaa buktinya Allah aja udah ngejauhin elu dan dia Ell, kenapa elu masih terus ngarepin dia?? Itu adalah serangkaian kata yang ...

NGOBROL SAMA MAMAH

Gambar
Jadi kangen mamah setiap kali ngliat gambar ini. Pengen banget (sekali aja) curhat sama mamahku. Cerita kalo kuliahku "baik-baik" aja, nilai-nilaiku "bagus", aku selalu "paham" apa yang di sampein dosen. Aku pengen dia ngasih pendapat (sekali aja), sebenarnya kuliahku ini jiwaku bukan si? Trus kalo bukan jiwa terpendam ku apa? mamah bakal jawab apa ya? apa dengan jawaban klise kayak gini "Yah dari awal kamu gimana? udah milih sendiri sekarang malah nyesel. Udah jalani aja kuliah mu yang bener ntar juga lama-lama gak kerasa uda mau lulus aja" atau dengan jawaban "lha wong itu kan pilihanm jadi jangan nyesel sekarang, uda telat. Sekarang waktnya kamu berusaha dan gak sia-siakan waktumu buat main-main doang " atau Mamah bakal jawab "Nak, masih inget gak dulu kamu bilang apa? Kalo gak salah kamu bilang kamu cuma mau kuliah sama jurusan yang emang kamu sukai. Kalo kamu udah suka, mau sesusah apa pun jurusan itu mau gak mau kamu...

"BATU" ITU TAK DAPAT MENGHALANGI MIMPIKU

Gambar
cuma rinai hujan yang menemaniku setiap hari. tiada jemu. tiada bosan. entah sampai kapan hujan itu mau menemani. tapi aku harap hujan tak akan pernah bosan menemani dan mendengarkan setiap keluh kesah kisah hidupku yang sederhana. sungguh aku hanya punya sebuah impian sederhana tentang hidup. aku hanya ingin melihat orang tuaku senyum dan bangga saat aku bisa memperbaiki rumah reyot ini dengan keringatku sendiri. dengan kerja kerasku sendiri. aku tahu orang tua ku tak pernah mengharapkan apalagi membayangkan kalau anak sulungnya bisa membawa selembar kertas bertuliskan namaku disana sebagai lulusan sarjana kimia dari perguruan tinggi negeri seberang kota. tidak, mereka bahkan pesimis aku bisa masuk. tapi dengan kerja keras,usaha, dan doa-doa orang tuakulah aku akhirnya bisa membuktikan bahwa aku pun berhak atas janji masa depan yang lebih cerah itu. Aku akhirnya menjadi seorang mahasiswa bukan lagi siswa SMA lagi. Tapi seorang siswa yang menyandang "maha" di depannya. Sun...

hanya Tuhan yang tahu

saat itu hujan deras mengguyur jalanan yang sedang kami lewati. Hujan semakin menggila tidak peduli pada kami berdua yang basah kuyup karenanya. Dan motor yang kami tumpaki juga sama tidak pedulinya, terus saja menggelindingkan ban menuju satu tempat. Pulang. Entah perasaan aneh apa yang terus menggelayut di pikiranku, mencoba menerka-nerka namun tetap sulit. Aku hanya mencoba berpegangan pada jok motor, tapi sesekali aku tak sengaja berpegangan pada bajunya. Karena motor yang dibawanya sengaja dinaikkan kecepatannya agar kami pulang lebih cepat dan menghindari hujan yang kian menderas. Tapi sepertinya hujan telah berhasil membuat kami terlihat seperti orang yang baru nyebur ke sungai. Namun entah kenapa hatiku serasa dag-dig-dug. saat itu ingin sekali aku memeluknya dari belakang, walaupun diantara hujan tapi tetap saja akan terasa hangat bagiku.Tapi sayang itu sudah terjadi hampir 2 tahun yang lalu. Dan sekarang aku uda punya penggantinya, tentu saja lebih dari segalanya dari dia y...