HAPPY CHILDREN DAY :D
tanggal 23 Juli 2013 adalah Hari Anak Nasional, hayoo siapa yang baru tahu kalau ternyata ada Hari Anak Nasional? Haha tenang aja bukan kalian aja yang baru tahu, tapi aku juga hehe
Agak miris memang Hari Anak Nasional diperingati di Negara yang masih memiliki tingkat kekerasan dan penelantaran anak masih tinggi. Tapi apa mau dikata itulah yang terjadi di negara yang (katanya) mau memelihara setiap anak jalanan, anak terlantar, dan orang miskin. Entah wakil rakyat yang mana yang berani-beraninya membuat peraturan itu tapi bukti nyatanya belum terlihat sampai sekarang. Ibarata orang nih, berani janji tapi enggak berani menepatinya. Ma'af deh bukannya aku mau menghina atau mencela tanah airku sendiri, tapi aku sebagai warga negara enggak seharusnya juga menutup mata tentang hal itu.
Pernah kepikiran enggak sih, kalau masa kecil kita mungkin lebih baik daripada anak-anak Indonesia yang harus mencari nafkah sekaligus atau mungkin anak-anak yang putus sekolah dan ingin sekali sekolah lagi tapi enggak bisa karena keterbatasan ekonomi. Kita mungkin merasa lebih baik, merasa bisa tertawa riang disaat adik-adik kita yang berada di perbatasan misalnya ataupun di daerah yang termajinalkan harus bersusah payah hanya untuk mencari sesuap nasi. Bagi mereka sekolah adalah sesuatu yang mewah, dan disaat yang sama kita dapat mengenyam pendidikan bahkan sampai kuliah. Terlihat adil enggak sih?
Semoga di hari anak ini, pendidikan di Indonesia semakin ditingkatkan tidak hanya di daerah ibukota atau di kota-kota besar saja. Semestinya anak-anak yang di jalanan, anak-anak yang harus membantu orang tuanya mencari uang itulah seharusnya sasaran utama dalam peningkatan mutu pendidikan. Enggak selamanya kita berdiam di tengah hirup pikuknya pemberitaan tentang mirisnya pendidikan Indonesia adalah penyelesaian. Kita pura-pura enggak tahu kalau semua itu enggak pernah terjadi malah membuatnya semakin parah. Kita mungkin bukan presiden yang punya kekuasaan langsung tentang pendidikan Indonesia, kita enggak bisa ngasih semua anak Indonesia beasiswa sampai perguruan tinggi. Kita juga bukan menteri pendidikan, yang bisa dengan seenaknya melarang semua anak untuk bekerja dan diwajibkan bersekolah hingga bangku kuliah.
Kita hanya masyarakat biasa, mungkin peran kita berpengaruh kecil bagi pendidikan Indonesia. Tapi dengan kita mau bersukarela menyapa, tersenyum, dan simpati kepada anak terlantar dan anak jalanan itu saja sudah membuat mereka merasa dihargai. Apalagi kalau kita mau menyumbangkan tenaga kita untuk mengajar anak-anak jalanan dengan sukarela, why not?
Mungkin tulisanku juga berperan sangat kecil bagi pendidikan Indonesia, tapi mungkin tulisanku bisa menginspirasi agar kita sadar bahwa seluruh anak-anak terlantar dan tidak dipedulikan juga berhak mendapatkan kasih sayang agar dapat bermain, tertawa riang, dan meraih cita-cita yang diinginkannya.
If any wrong words, please correct me.
Thank you :D
Agak miris memang Hari Anak Nasional diperingati di Negara yang masih memiliki tingkat kekerasan dan penelantaran anak masih tinggi. Tapi apa mau dikata itulah yang terjadi di negara yang (katanya) mau memelihara setiap anak jalanan, anak terlantar, dan orang miskin. Entah wakil rakyat yang mana yang berani-beraninya membuat peraturan itu tapi bukti nyatanya belum terlihat sampai sekarang. Ibarata orang nih, berani janji tapi enggak berani menepatinya. Ma'af deh bukannya aku mau menghina atau mencela tanah airku sendiri, tapi aku sebagai warga negara enggak seharusnya juga menutup mata tentang hal itu.
Pernah kepikiran enggak sih, kalau masa kecil kita mungkin lebih baik daripada anak-anak Indonesia yang harus mencari nafkah sekaligus atau mungkin anak-anak yang putus sekolah dan ingin sekali sekolah lagi tapi enggak bisa karena keterbatasan ekonomi. Kita mungkin merasa lebih baik, merasa bisa tertawa riang disaat adik-adik kita yang berada di perbatasan misalnya ataupun di daerah yang termajinalkan harus bersusah payah hanya untuk mencari sesuap nasi. Bagi mereka sekolah adalah sesuatu yang mewah, dan disaat yang sama kita dapat mengenyam pendidikan bahkan sampai kuliah. Terlihat adil enggak sih?
Semoga di hari anak ini, pendidikan di Indonesia semakin ditingkatkan tidak hanya di daerah ibukota atau di kota-kota besar saja. Semestinya anak-anak yang di jalanan, anak-anak yang harus membantu orang tuanya mencari uang itulah seharusnya sasaran utama dalam peningkatan mutu pendidikan. Enggak selamanya kita berdiam di tengah hirup pikuknya pemberitaan tentang mirisnya pendidikan Indonesia adalah penyelesaian. Kita pura-pura enggak tahu kalau semua itu enggak pernah terjadi malah membuatnya semakin parah. Kita mungkin bukan presiden yang punya kekuasaan langsung tentang pendidikan Indonesia, kita enggak bisa ngasih semua anak Indonesia beasiswa sampai perguruan tinggi. Kita juga bukan menteri pendidikan, yang bisa dengan seenaknya melarang semua anak untuk bekerja dan diwajibkan bersekolah hingga bangku kuliah.
Kita hanya masyarakat biasa, mungkin peran kita berpengaruh kecil bagi pendidikan Indonesia. Tapi dengan kita mau bersukarela menyapa, tersenyum, dan simpati kepada anak terlantar dan anak jalanan itu saja sudah membuat mereka merasa dihargai. Apalagi kalau kita mau menyumbangkan tenaga kita untuk mengajar anak-anak jalanan dengan sukarela, why not?
Mungkin tulisanku juga berperan sangat kecil bagi pendidikan Indonesia, tapi mungkin tulisanku bisa menginspirasi agar kita sadar bahwa seluruh anak-anak terlantar dan tidak dipedulikan juga berhak mendapatkan kasih sayang agar dapat bermain, tertawa riang, dan meraih cita-cita yang diinginkannya.
If any wrong words, please correct me.
Thank you :D
Komentar
Posting Komentar
terima kasih sudah membaca blog ini. Berikan komentar/saran/kritik terbaikmu untuk blog ini agar blog ini semakin baik lagi. Terima kasih. Ku doakan masuk surga bagia kalian yang mau nulis di kolom ini. Amiin.