AKU HANYA PENGEN JADI ORANG YANG BANYAK TAHU (BUKAN PINTAR APALAGI SOK TAHU)

Banyak orang menganggap orang yang banyak tahu adalah orang yang pintar, oke aku setuju. Tapi jika dibalik, banyak orang yang pintar adalah orang yang banyak tahu, itu belum tentu. Karena menurutku orang yang banyak tahu memang mestinya mendapatkan apresiasi berupa nilai yang bagus sesuai dengan ilmu yang dia ketahui. Sedangkan orang pintar belum tentu tahu banyak hal, karena orang yang sering dianggap pintar biasanya memiliki nilai yang tinggi tapi darimana dia mendapatkan nilai yang tinggi itu mana kita tahu. Mungkin dia mendapatkan nilai itu dari mencontek, melihat pekerjaan teman, hafalan rumus dan teori yang plek jiplek di buku, atau memang dia telah belajar keras semalaman suntuk untuk menghafalkan (tanpa menngerti dan memahami apa makna sesungguhnya dari ilmu itu) pada saat malam menjelang ujian. Biasanya orang yang dianggap pintar melalui jalan-jalan di atas ilmunya tidak bisa bertahan lama. Ya paling hanya bertahan sebelum ujian berlangsung. Saat soal ujian dibagikan, dan ternyata soal yang keluar itu sama persis dengan hafalan yang semalaman dihafalkan lantas "nyengir" bahagia karena yakin bahwa jawaban yang ditulis adalah jawaban yang benar sesuai dengan hafalannya. Selesai ujian apa yang terjadi, semua ilmu yang berupa rumus, teori, pemahaman, ataupun segala macemnya tentang ilmu itu telah hilang dan sirna entah kemana. Kalau kata temenku, disaat kertas ujian yang isinya adalah hafalan ilmu kita semalaman dikumpulkan maka seketika itu pula ilmu tersebut juga akan hilang dari ingatan kita. Sehingga orang pintar dalam kategori ini biasanya hanya akan terlihat pintar saat ujian akan berlangsung. Sedangkan setelah ujian, dia akan kembali ke ingatannya semula sewaktu sebelum ujian berlangsung. Sama aja bo'ong, kalau gitu mendingan kita enggak usah ngehafalin sekalian daripada capek-capek ngehafalin tapi ujung - ujungnya enggak dapet ilmunya. Sama aja kan sama yang nggak ngehafalin, iya sama - sama enggak dapet ilmunya. Bedanya yang menghafalkan itu dapet nile bagus, kalau yang enggak menghfalkan ya paling dapet nile pas - pasan. Menurutku antara nile tinggi di atas rata-rata dengan nile pas-pasan itu enggak ada bedanya, semuanya sama berupa angka aljabar dan bukan angka romawi kan?? Jadi apa yang harus dipusingkan? Jangan ngambek trus ngamuk-ngamuk gara-gara dapet nile pas-pasan atau bahkan terendah di kelas. Itu semua enggak akan bikin dunia berakhir, LIFE MUST GO ON. Menurut aku lebih baik dapet nilai 4,5 atau bahkan 0,5 sekalipun tapi  tahu tentang ilmu yang ditulis adalah ilmu yang benar-benar dipahami oleh otak kita daripada dapet nilai 100 tapi jika ditanya kita enggak 100 % tahu tentang ilmu itu. Percuma aja dong belajar kita selama ini. Lebih baik positif thinking aja kenapa bisa dapet nilai seburuk itu, mungkin Allah SWT pengen waktu belajar kita ditambah dan waktu bermain dikurangi, atau mungkin kita jarang mendekat kepada Allah SWT alias jarang bersyukur, berdzikir, meminta ampunan, ataupun Allah SWT ingin kita lebih giat lagi berusaha, berusaha, dan berusaha untuk mencapai 100 % ilmu itu. Kata orang tuaku di kampus jika kita mengerti dan paham suatu ilmu maka bersyukurlah, tapi jika kita tidak mengerti ilmu itu maka bertobatlah. Bertobatnya yaitu dengan cara memahami dan mengerti ilmu itu , bertanyalah jika ada yang tidak dimengerti atau dipahami, jika otak sudah paham dan mengerti maka secara otomatis otak akan menghafal ilmu itu bahkan pura-pura lupa saja tidak bisa apalagi benar-benar lupa.
Hemm disaat kita sudah banyak memahami dan mengerti tentang banyak ilmu, mungkin disaat itulah bisa disebut orang yang banyak tahu. Biasanya orang yang banyak tahu juga disebut pintar, tapi tentu saja ilmu didapatnya pasti tidak sementara alias dapat bertahan lama. Nah ini nih yang aku suka, biasanya orang yang banyak tahu itu lebih memilih mengejar ilmu daripada mengejar nilai, sedangkan orang pintar tidak semuanya berniat mengejar ilmu tapi juga mengejar nilai. Oke kita boleh realistis jika nilai itu berharga disaat akan melamar pekerjaan. Setelah bekerja yang dibutuhkan ilmunya kan bukan nilainya. Jadi jangan anggap bahwa nilai adalah segalanya, nilai hanyalah sebuah gerbang kita untuk mendapatkan suatu pekerjaan yang layak. Tenang saja disaat kita banyak tahu, maka dengan sendirinya semua nilai juga akan meningkat. Jangan khawatir jika ilmu yang didapat belum seberapa, masih ada kesempatan kedua yaitu besok. Hari esok adalah kesempatan kedua bagi kita untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya (bukan mencari nilai setinggi-tingginya). Tapi jangan pernah sok tahu jika ilmu yang didapat baru seujung kuku, itu sama aja bo'ong alias tukang pamer. Ilmu yang belum seberapa itu sama aja kita memakan buah yang belum mateng, keras, asem pula, enggak enak. Jadi lebih baik bertanya dan mencari sebanyak mungkin informasi agar kita lebih paham dan mengerti tentang banyak ilmu agar menjadi orang yang banyak tahu bukan pintar apalagi sok tahu.

SEKIAN
sorry if any mistake ^_^
:D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INGATKAN AKU !!!

YOUR SECRET ADMIRER (PART 1)