"BATU" ITU TAK DAPAT MENGHALANGI MIMPIKU
cuma rinai hujan yang menemaniku setiap hari. tiada jemu. tiada bosan. entah sampai kapan hujan itu mau menemani. tapi aku harap hujan tak akan pernah bosan menemani dan mendengarkan setiap keluh kesah kisah hidupku yang sederhana. sungguh aku hanya punya sebuah impian sederhana tentang hidup. aku hanya ingin melihat orang tuaku senyum dan bangga saat aku bisa memperbaiki rumah reyot ini dengan keringatku sendiri. dengan kerja kerasku sendiri. aku tahu orang tua ku tak pernah mengharapkan apalagi membayangkan kalau anak sulungnya bisa membawa selembar kertas bertuliskan namaku disana sebagai lulusan sarjana kimia dari perguruan tinggi negeri seberang kota. tidak, mereka bahkan pesimis aku bisa masuk. tapi dengan kerja keras,usaha, dan doa-doa orang tuakulah aku akhirnya bisa membuktikan bahwa aku pun berhak atas janji masa depan yang lebih cerah itu. Aku akhirnya menjadi seorang mahasiswa bukan lagi siswa SMA lagi. Tapi seorang siswa yang menyandang "maha" di depannya. Sungguh itu kabar tak terkira bagi orang tuaku yang hanya berpendidikan hingga tingkat SMA saja. Sungguh setelah aku melihat rona gembira dan bulir air mata keharuan yang tak kuasa dibendung oleh orang tuaku saat aku mengabarkan kabar gembira itu. saat itu pula aku berjanji tidak akan membuang air mata itu jatuh karena aku mengecewakan mereka tapi karena keharuan dan kebanggaan mereka terhadapku. sungguh aku sangat ingin menepati janjiku sebisaku. tapi entah kenapa saat ini seperti ada seonggok batu besar di hadapanku. seperti tak mau beranjak dari tempatnya meski ada angin cumulonimbus atau tsunami sekalipun. batu itu tetap pada tempatnya menghalangiku meraih impianku.
Duhai batu yang besar aku mohon dengan sangat, jangan halangi aku menunaikan janji mulia ini kepada orang tuaku. Aku sungguh ingin membuat mereka bahagia tanpa air mata kesedihan atau kekecewaan karenaku. aku hanya ingin membalas semua kebaikan dan pengorbanan mereka selama ini. Ya sesederhana itu. Tapi batu, aku mohon jika kamu tidak mau beranjak. aku mohon beritahu aku cara untuk memindahkanmu dari sini. Maksudku apa yang bisa membuatmu beranjak dari sini??
Wahai batu yang kokoh, aku mohon pergilah.
Aku tahu Allah menurunkan engkau di jalanku menuju impianku untuk mengujiku. Tapi aku mohon Ya Allah berikanlah aku petunjuk untuk mengusir batu itu di hadapanku.
Aku belajar dari (kitab)mu tentang segala hal Ya Allah. Tentang bagaimana engkau menjanjikan kemudahan di setiap kesulitan. Dan aku percaya akan hal itu Ya Allah. Sampai detik ini dan detik-detik setelahnya atau berjam-jam ataupun bertahun-tahun yang akan datang, aku akan selalu percaya padamu Ya Allah. Pada janjimu itu, karena aku tahu engkau tidak akan mengingkarinya.
Yang aku tahu sekarang hanyalah berusaha sampai titik darah penghabisan, selalu yakin bahwa engkau ada di setiap usahaku, aku yakin karena Mu Ya Allah.
Dan kini aku juga yakin kepadamu Ya Allah, engkau pasti akan membantuku menyingkirkan batu itu Ya Allah. Secepatnya, sesegera mungkin (walau aku tak tahu kapan). Tapi keyakinan dalam tubuhku lebih kuat daripada kokohnya sebuah gunung yang terbang bagaikan kapas di hari kiamat. Aku akan tetap percaya padaMu Ya Allah.
Aku akan berusaha lebih keras lagi, berkorban dan berjuang lebih banyak lagi. Dan tak lupa selalu ingat kepadaMu.
Keyakinan yang akhirnya muncul kembali dalam sanubari. Merayap bagaikan aliran listrik jutaan volt yang menuju otak. Menyuruh syaraf "motifasi" di otak bekerja lebih dari biasanya. Membuat semua anggota tubuh bekerja lebih keras dan lebih yakin untuk menyingkirkan "batu" permasalahan yang tak nampak oleh mata tapi jelas terlihat oleh hati. Kini batu itu menyingkir dengan hormat dan kecewa tak bisa membuatku menyerah pada impianku.
Karena keyakinanku tentang mimpi yang tak boleh terabaikan oleh sebuah batu kecil ataupun sebesar gunung mahameru sekalipun, mimpi itu harus tetap diwujudkan. Allah SWT juga telah memberikan janji yang tak pernah teringkari sedikitpun untuk memberikan sebuah kemudahan dalam setiap kesulitan. (Q.S Al-Insyiroh:5-6).
Semoga meng-inspirasi. ^_^
Duhai batu yang besar aku mohon dengan sangat, jangan halangi aku menunaikan janji mulia ini kepada orang tuaku. Aku sungguh ingin membuat mereka bahagia tanpa air mata kesedihan atau kekecewaan karenaku. aku hanya ingin membalas semua kebaikan dan pengorbanan mereka selama ini. Ya sesederhana itu. Tapi batu, aku mohon jika kamu tidak mau beranjak. aku mohon beritahu aku cara untuk memindahkanmu dari sini. Maksudku apa yang bisa membuatmu beranjak dari sini??
Wahai batu yang kokoh, aku mohon pergilah.
Aku tahu Allah menurunkan engkau di jalanku menuju impianku untuk mengujiku. Tapi aku mohon Ya Allah berikanlah aku petunjuk untuk mengusir batu itu di hadapanku.
Aku belajar dari (kitab)mu tentang segala hal Ya Allah. Tentang bagaimana engkau menjanjikan kemudahan di setiap kesulitan. Dan aku percaya akan hal itu Ya Allah. Sampai detik ini dan detik-detik setelahnya atau berjam-jam ataupun bertahun-tahun yang akan datang, aku akan selalu percaya padamu Ya Allah. Pada janjimu itu, karena aku tahu engkau tidak akan mengingkarinya.
Yang aku tahu sekarang hanyalah berusaha sampai titik darah penghabisan, selalu yakin bahwa engkau ada di setiap usahaku, aku yakin karena Mu Ya Allah.
Dan kini aku juga yakin kepadamu Ya Allah, engkau pasti akan membantuku menyingkirkan batu itu Ya Allah. Secepatnya, sesegera mungkin (walau aku tak tahu kapan). Tapi keyakinan dalam tubuhku lebih kuat daripada kokohnya sebuah gunung yang terbang bagaikan kapas di hari kiamat. Aku akan tetap percaya padaMu Ya Allah.
Aku akan berusaha lebih keras lagi, berkorban dan berjuang lebih banyak lagi. Dan tak lupa selalu ingat kepadaMu.
Keyakinan yang akhirnya muncul kembali dalam sanubari. Merayap bagaikan aliran listrik jutaan volt yang menuju otak. Menyuruh syaraf "motifasi" di otak bekerja lebih dari biasanya. Membuat semua anggota tubuh bekerja lebih keras dan lebih yakin untuk menyingkirkan "batu" permasalahan yang tak nampak oleh mata tapi jelas terlihat oleh hati. Kini batu itu menyingkir dengan hormat dan kecewa tak bisa membuatku menyerah pada impianku.
Karena keyakinanku tentang mimpi yang tak boleh terabaikan oleh sebuah batu kecil ataupun sebesar gunung mahameru sekalipun, mimpi itu harus tetap diwujudkan. Allah SWT juga telah memberikan janji yang tak pernah teringkari sedikitpun untuk memberikan sebuah kemudahan dalam setiap kesulitan. (Q.S Al-Insyiroh:5-6).
Semoga meng-inspirasi. ^_^

Ciyee, yang udah punya blog :)
BalasHapusInsyaAllah Elly pasti bisa kok meraih apa yang Elly impikan. Tetap yakin akan impianmu, pasti inget kan kutipan film Sang Pemimpi, "Karena yang terpenting bukan seberapa besar mimpi kalian, tetapi seberapa besar kalian untuk mimpi itu" .
haha makasii yann, :)
BalasHapusokee dehh
kita saling mendoakan biar mimpi kita masing-masing bisa terwujud :D
Hihi :) Aamiin, janji yaa suatu saat nanti kita bakal menatap salah satu mimpi kita bersama-sama. Kita bisa melihat Indahnya mimpi kita dengan jelas, dan menjadikannya bukan sekedar mimpi :)
Hapus